Built to Glorify – Ps. Debby Catharina
Minggu lalu kita telah belajar mengenai original design manusia melalui topik “Different by Design”, di mana kita memahami bagaimana Allah merancang identitas kita sejak awal mula. Melanjutkan landasan tersebut, hari ini kita melangkah lebih dalam untuk memahami tujuan pembentukan hidup kita: Built to Glorify, Dibangun untuk mempermuliakan Tuhan!
Tuhan tidak pernah menciptakan manusia tanpa arah. Sejak awal, manusia dirancang secara khusus untuk mencerminkan kemuliaan Sang Pencipta melalui seluruh aspek kehidupannya terutama melalui karya dan pekerjaannya di bumi.
-
Bekerja Bukan Sebuah Kutukan
Banyak orang memiliki paradigma dunia yang memandang pekerjaan sebagai sebuah beban, rutinitas yang membosankan, atau akibat dari dosa. Budaya populer sering mengagungkan akhir pekan (TGIF – Thank God It’s Friday) dan membenci hari Senin (I Hate Monday). Namun, Alkitab menunjukkan cara pandang yang sama sekali berbeda:
- Mandat Mula-Mula (Kejadian 1:28): Allah memberkati manusia untuk beranak cucu (parah berbuah secara jasmani maupun rohani), bertambah banyak, memenuhi bumi, serta menaklukkan dan berkuasa atas ciptaan-Nya.
- Ditempatkan di Taman Eden (Kejadian 2:15): Tuhan menempatkan manusia di Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Ini membuktikan bahwa manusia sudah bekerja sebelum ada dosa. Bekerja adalah tugas mulia dari Tuhan.
- Pekerjaan Adalah Berkat: Melalui pekerjaan, kita membawa pulang berkat untuk keluarga. Bagi para pengusaha, satu pabrik atau usaha bahkan menjadi saluran berkat yang memberi makan ribuan keluarga karyawan.
- Konfirmasi Perjanjian Baru: Rasul Paulus menegaskan kembali prinsip ini dalam Filipi 1:21-22 bahwa selama kita hidup di dunia, itu artinya bekerja memberi buah.
Tempat kerjamu baik itu kantor, toko, pabrik, maupun ladang usahamu—adalah Taman Edenmu hari ini. Bekerja bukanlah kutukan, melainkan saluran berkat dan sarana penyembahan.
-
Kapasitas Awal Manusia
Sebelum kejatuhan dalam dosa, manusia diciptakan sebagai Imago Dei (Gambar dan Rupa Allah) dengan kapasitas dan potensi yang sangat luar biasa:
- Kuasa Perkataan (Amsal 18:21): Hidup dan mati manusia ada pada lidahnya. Karena kita diciptakan menurut gambar Allah yang menciptakan melalui firman-Nya, perkataan kita memiliki kuasa untuk memperkatakan janji-janji Tuhan dan menumbuhkan iman.
- Keindahan Taman Eden: Taman Eden dibangun langsung oleh tangan Tuhan. Dialiri satu sungai besar yang bercabang menjadi empat (Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat), serta menyediakan Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan.
- Inteligensia dan Hikmat Ilahi: Ketika Adam memberi nama kepada seluruh hewan secara spesifik (Kejadian 2:19-20), ia bertindak seperti “konkordansi berjalan”. Keakuratan ini lahir dari persekutuan (fellowship) yang intens setiap hari dengan Bapa.
- Pertobatan Berarti Repent (Return to Penthouse): Bertobat bukan sekadar merasa bersalah, melainkan kembali ke puncak kejayaan (penthouse) dan ke pola awal penciptaan. Melalui penebusan darah Yesus, kita dimampukan untuk kembali berjalan dalam kesalehan, kekudusan, dan menggunakan kapasitas ilahi yang telah Tuhan titipkan.
-
Melakukan Pekerjaan Baik
Dalam Efesus 2:10 dicatat bahwa kita adalah buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya.
Studi Kata: Ergois Agathois
- Ergon (ἔργον): Okupasi, bekerja keras, menunjukkan usaha, dan tindakan nyata.
- Agathos (ἀγαθός): Keuntungan, manfaat, dan hal-hal baik.
Sebagai orang percaya, tidak ada tempat untuk sikap malas, menjadi pengangguran tanpa alasan, atau menjadi parasit di usia dewasa. Kita dipanggil untuk bekerja keras (Ergon) dan menghasilkan manfaat nyata yang menguntungkan masyarakat (Agathos). Bentuk pekerjaan baik ini wajar jika masih dicari di usia remaja (Teens), tetapi di usia dewasa kita harus menemukan bidangnya baik sebagai dokter, pengacara, pengusaha, profesional, atlet, penemu, hamba Tuhan, maupun mitra pelayanan di gereja.
-
Mempermuliakan Bapa Di Sorga
Dalam Matius 5:16, Tuhan Yesus merindukan agar terang kita bercahaya melalui perbuatan kita yang baik sehingga orang lain memuliakan Bapa di sorga.
Studi Kata: Kala Erga
- Ergon (ἔργον): Tindakan dan kerja keras.
- Kalos (καλός): Kebaikan yang menawan, indah, menginspirasi, dan layak dipuji.
Pekerjaan kita harus dikerjakan dengan standar Kalos sangat baik, berkualitas excellent, dan memancarkan terang yang menginspirasi orang lain. Hal ini sejalan dengan konsep akar kata Ibrani Avodah (Aboda), yang mengintegrasikan tiga hal menjadi satu kesatuan:
- Work: Bekerja secara profesional, maksimal, dan jujur.
- Serve: Melayani sesama dan memberi manfaat bagi masyarakat.
- Worship: Menyembah dan memuliakan Bapa melalui hasil kerja kita.
Contoh nyata perbuatan baik yang memancarkan terang ini tercermin dalam pelayanan Church Makeover, dimana gereja-gereja lokal yang reot dan rusak di pelosok dibangun kembali menjadi indah dan kokoh. Namun lebih daripada bangunan fisik, tubuh kita adalah Bait Suci Allah dan proyek Church Makeover Tuhan yang sesungguhnya. Jangan biarkan pemulihan Tuhan dalam hidup kita gagal hanya karena kita mempertahankan kebiasaan lama dan kedagingan.
Melakukan pekerjaan baik bukanlah syarat agar kita diselamatkan, melainkan buah dari keselamatan yang telah kita terima. Kita dikembalikan ke tujuan awal penciptaan. Apapun profesi dan bidang yang sedang Anda jalani saat ini, ubahlah cara pandang Anda.
Jadikan tempat kerjamu sebagai Taman Eden-mu hari ini, dan hiduplah sesuai dengan tujuan awal penciptaanmu: Built to Glorify!