“Hubungan Tuhan dengan UmatNya seperti Bapa mengasihi AnakNya”

Pdt. K.A.M Jusuf Roni

Yesaya 63:15-16

Rumah Bapa adalah rumah anak tapi rumah anak belum tentu rumah Bapa. Kita sebagai anak merasa bebas bisa mengeluh bisa minta apapun tapi Bapa datang ke rumah anak hati-hati sekali.  Maksudnya, ini untuk menunjukkan betapa bebasnya kita kalau di rumah mestinya kita seperti itu ke rumah Bapa.

Bagaimana sikap kita ketika datang ke rumah Bapa? Tolong benarkan dulu sikap kita ke gereja bukan karena kita anggota terikat organisasi, doktrin yang sama. Meskipun kepada Bapa kita bebas untuk mengeluh, manja, bahkan ketika pulang dari sana kita memperoleh jalan keluar dan menerima berkat-berkatNya.

1. Mata Tuhan Tertuju Pada kita

Yesaya 62:15a….Pandanglah dari surga dan lihatlah dari kediamanmu yang kudus dan Agung,

kata pandanglah dan lihatlah memiliki artinya yang berbeda. Pandanglah itu bukan hanya dengan mata pikiran hati ada istilah engkau dipandang sebelah mata, itu merupakan satu sikap hati sikap jadi Tuhan itu memandang kita dan melihat. Tuhan memandang kita itu sebagai Bapak memandang anakNya perhatianNya penuh dengan pikiranNya dengan hatiNya dengan perasaanNya semuanya tercurah kepada kita. Dalam ibadah kita harus berlaku seperti ini, kita memang tidak bisa melihat Dia karena mata kita ini sudah berdosa Tapi biarlah mataNya yang Maha Kudus Maha Suci Maha Agung Maha Mulia memandang posisi kita sebagai anak dengan segala kehormatanNya, kemuliaanNya dari surga dikatakan keperkasaanNya, kekayaanNya, dan kekuatanNya. Dia memandang kita, Dia pasti membela kita, Dia pasti menolong kita.

2. Kita Dengan Tuhan Punya Hubungan Batin

Tuhan punya hubungan batin, hubungan batin dimanakah kecemburuanMu, keperkasaanMu hatiMu yang tergerak oleh kasih sayangMu. Tuhan itu menunjukkan bahwa aku memiliki hubungan batin ada kecemburuan berarti menyangkut amarah. Emosi perasaan semangat gairah Bapa itu dengan anak. Begitu juga Tuhan, Dia ada perasaan yang sangat mendalam gairahNya untuk memeluk anakNya untuk menunjukkan Dia kasih sayang yang tidak terucapkan ketika engkau bersekutu dan berdoa menyembah Dia, Tuhan sedang memeluk kita.

Jadi inilah hubungan kita dengan Tuhan jadi hubungan batin.  Kita terhubung ketika kita menjerit, ketika kita susah, ketika kita tertekan, dia mengerti, dia tahu, dia tidak akan memalingkan mukaNya karena dia sudah menebus palingan muka Bapa ketika Yesus harus menanggung dosa manusia. Dia berteriak Eloy Eloy Bapa-Bapa mengapa Kau tinggalkan Aku Bapa memalingkan mukaNya karena Engkau sedang menanggung dosa manusia dosa yang kubenci yang hukumannya mati.

Karena itu kita perlu Yesus Dia yang menghubungkan segalanya hubungan batin ini kesedihanmu, kesusahanmu, kegelisahanmu, kekecewaanmu, kekuatiranmu Bapa mengerti  Orang tua paling mengerti ketika anaknya murung, ketika anaknya ada persoalan sebelum dia bercerita raut mukanya air matanya Dia mengerti betul karena Dia dari kecil Bapa yang tahu semuanya itulah yang disebutkan hubungan batin.

Lukas 15

Yohanes 15:17

Yohanes 10:30, 38

Yohanes 14:9B, 10

Wahyu 3:12

 

Leave a Reply