But God – Ps. Kus Jayanto
Pernahkah Anda merasa kehidupan Anda berada di titik hancur dan tidak ada jalan keluar lagi?
Secara logika, kisah manusia seharusnya berhenti dan berakhir tragis di Kejadian pasal 3. Manusia mati secara rohani, terpisah dari Allah, dan menanggung hukuman kekal. Namun, cerita tidak berhenti di situ.
Rasul Paulus menuliskan sebuah intervensi ilahi yang membalikkan keadaan dalam Efesus 2:4-5:
“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan.”
Dua kata yang mengubah sejarah alam semesta adalah: “BUT GOD…” di mana saat manusia menemui jalan buntu, Allahlah yang membuka jalan penebusan.
-
Siapa si Ular tua itu?
Di Kejadian 3:1, secara tiba-tiba muncul sosok ular yang digambarkan paling cerdik dari segala binatang di darat. Alkitab tidak membiarkan kita menebak-nebak siapa sosok ini. Kitab Wahyu 12:7-9 membongkar identitas sejatinya naga besar dan ular tua itu tidak lain adalah Iblis atau Satan, si penyesat seluruh dunia yang telah dilemparkan ke bumi.
Yesaya 14:12-15 dan Lukas 10:18 mencatat awal kejatuhan Lucifer. Ia diciptakan sebagai makhluk yang begitu indah, namun jatuh karena kesombongan hati yang ingin bertahta menyamai Yang Mahatinggi.
Di Taman Eden, Iblis memakai intrik yang sangat halus. Ia tidak langsung menyuruh Hawa berbuat jahat, melainkan membisikkan keraguan: “Tentulah Allah berfirman…?” Ia memelintir dan membelokkan firman Tuhan secara perlahan (slightly twisted). Ini adalah pengingat bagi kita zaman sekarang bahwa penyesatan tidak selalu tampil menakutkan, melainkan sering kali hadir secara manis dan menggiurkan.
-
Manusia Jatuh Ke Dalam Dosa
Ketika Adam dan Hawa memilih melanggar perintah Tuhan dan memakan buah yang dilarang, kerusakan sistemik terjadi secara seketika dalam hidup mereka:
- Agama “Cawat Daun Ara” (Usaha Mandiri Manusia):
Ketika sadar bahwa mereka telanjang dan malu, Adam dan Hawa menyemat daun pohon ara untuk membuat cawat. Ini adalah gambaran dari upaya mandiri manusia (human effort) atau “agama daun ara” usaha manusia mencoba menutupi dosa dan menyelamatkan dirinya sendiri. Padahal, keselamatan tidak pernah bisa dicapai melalui usaha manusia. - Panggilan Ayekah (אַיֶּכָּה) Tangisan Hati Bapa:
Saat Tuhan berjalan di taman dan memanggil Adam: “Dimanakah engkau?” (Kejadian 3:9), kata bahasa Ibrani yang digunakan bukan sekadar menanyakan lokasi fisik (Evo), melainkan Ayekah. Ayekah adalah jeritan dan ratapan kepedihan hati seorang Bapa/suami yang ditinggalkan dan diceraikan oleh manusia yang dikasihi-Nya. - Budaya Blame Shifting (Saling Menyalahkan):
Ketika dikonfrontasi, Adam menyalahkan Hawa (bahkan secara tidak langsung menyalahkan Tuhan yang memberikan wanita itu), sementara Hawa menyalahkan ular. Dosa membuat manusia kehilangan keberanian untuk jujur dan bertanggung jawab. - Kerusakan Dinamika Keluarga dan Pekerjaan:
Sejak saat itu, timbul kesakitan dan konflik pergeseran otoritas dalam rumah tangga (Kejadian 3:16), serta jerih payah berpeluh keringat di atas tanah yang terkutuk bagi Adam (Kejadian 3:19).
-
BUT GOD
Manusia boleh saja gagal dan merusak jalan hidupnya, tetapi Allah (But God) tidak pernah gagal! Di tengah kegelapan Kejadian 3, Allah melangkah turun membawa pemulihan:
a. Nubuat Keselamatan Pertama (Protoevangelium)
Dalam Kejadian 3:15, Allah menyatakan perang terhadap si jahat:
“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Ini adalah janji Mesias pertama di Alkitab. Sepanjang sejarah mulai dari peristiwa Kain vs Habel, zaman Nuh, Firaun yang membunuh bayi Israel, Saul vs Daud, Haman, hingga Herodes, Iblis terus berusaha memutus benih perempuan ini. Namun, rencana Allah menjaga garis keturunan Penyelamat tidak pernah bisa digagalkan!
b. Pakaian Kulit Binatang: Pentingnya Korban Darah
Dalam Kejadian 3:21, TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan istrinya, lalu mengenakannya kepada mereka.
Tuhan menanggalkan cawat daun ara buatan manusia dan menggantinya dengan pakaian kulit. Untuk mendapatkan kulit binatang, harus ada domba yang disembelih dan darah yang dicurahkan. Ini adalah gambaran awal (foreshadowing) rencana penebusan di Alkitab:
- Di Taman Eden (Kejadian 3:21): Satu domba disembelih untuk perorangan/pasangan.
- Di Paskah Mesir: Satu domba disembelih untuk satu keluarga.
- Di Hari Raya Yom Kippur: Satu domba disembelih untuk satu bangsa.
- Di Kayu Salib (Yohanes 1:29): Yesus Kristus datang sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa seluruh dunia!
c. Pengusiran dari Taman Eden Sebagai Bentuk Perlindungan
Tuhan mengusir manusia dari Taman Eden dan menempatkan malaikat Kerub dengan pedang bernyala-nyala untuk menjaga jalan ke Pohon Kehidupan (Kejadian 3:22-24). Ini bukan bentuk kemarahan yang kejam, melainkan bentuk kasih dan perlindungan Allah. Jika manusia yang sudah rusak oleh dosa memakan buah Pohon Kehidupan, manusia akan terjebak hidup selamanya dalam kondisi terhukum, berdosa, dan rusak secara abadi. Allah menghentikan hal itu agar kelak manusia dapat menerima pemulihan melalui tubuh kebangkitan.
d. Kepastian Janji yang Sudah Lunas
Ketika Hawa melahirkan Kain dalam Kejadian 4:1, ia berseru dalam bahasa Ibrani: “Kaniti Is Et Adonai”. Arti harfiahnya adalah: “Aku telah memperoleh/membeli lunas seorang laki-laki, yaitu Sang Alfa dan Omega, Adonai.” Hawa menyadari bahwa keselamatan pasti datang melalui Sang Pembebas.
Kitab Kisah Para Rasul 4:12 dan Yohanes 14:6 mengkonfirmasi janji ini: tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang olehnya kita diselamatkan selain di dalam Yesus Kristus Jalan, Kebenaran, dan Hidup!
Menerapkan Pesan “But God” dalam Hidup Anda Hari Ini
Apapun titik terendah yang sedang Anda alami hari ini, baik karena kegagalan masa lalu, kehancuran rumah tangga, kemunduran finansial, maupun pergumulan dosa. Ingatlah bahwa cerita Anda belum berakhir. Dosa dan Iblis boleh saja merancangkan kehancuran, BUT GOD… Allah sanggup mengambil alih dan mengubah penulisan cerita hidup Anda.