Different By Design – Ps. Daniel Hendrata
Ketika kita melihat ikon-ikon arsitektur dunia, seperti Monumen Nasional di Jakarta, Patung Liberty di New York, Menara Eiffel di Paris, Burj Khalifa di Dubai, Sydney Opera House, hingga Marina Bay Sands di Singapura. Satu hal yang pasti: bangunan-bangunan megah ini tidak muncul begitu saja.
Bahkan untuk membangun gedung tertinggi di dunia seperti Burj Khalifa di atas gurun pasir, dibutuhkan perhitungan struktur tanah yang sangat cermat dan teknologi presisi tinggi. Sebelum ada beton, baja, dan kaca sudah ada rancangan (design). Dan sebelum ada rancangan, sudah ada tim arsitek atau perancang (designer) yang memikirkannya.
Jika bangunan yang mati saja membutuhkan seorang perancang agar tidak dibangun secara asal-asalan, bagaimana mungkin manusia diciptakan tanpa perancang? Karena itu, jika hari ini Anda sedang merasa tidak berarti, gagal, bangkrut, atau sakit, jangan lagi bertanya, “Siapa sih aku ini?” Sebaliknya, mulailah bertanya:
“Who designed me and what was I designed for?”
(Siapa yang merancang saya dan untuk apa saya dirancang?)
1. In The Beginning, God (Pada Mulanya Adalah Allah)
Kitab Kejadian 1:1 mencatat: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”
Alkitab tidak berbunyi “Pada mulanya adalah peradaban manusia, uang/kekayaan, keberhasilan, atau masalah-masalahmu.” Semuanya dimulai dari Allah.
- Hidupmu dimulai oleh Tuhan: Keberadaan kita bukan sekadar proses biologis lahir dari orang tua. Hidupmu tidak dimulai atau dimiliki oleh orang tuamu, melainkan dimulai oleh kehendak mutlak Sang Pencipta!
- Sebelum ceritamu dimulai, Tuhan sudah ada: Sebelum peradaban, pekerjaan, masalah, maupun kesuksesanmu ada, God was already there.
2. Kalau Tuhan Menciptakan, Dia Punya Tujuan
Tuhan bukan Allah yang “gabut” atau asal-asalan. Ketika Ia berfirman “Jadilah terang”, Tuhan tidak sedang ‘mencoba’ membuat terang, tetapi terang itu langsung jadi.
Dari hari pertama hingga kelima, Allah melihat segala ciptaan-Nya dan berkata bahwa semuanya itu baik. Namun pada hari keenam, Allah melakukan sesuatu yang sangat istimewa:
“Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi…'” (Kejadian 1:26)
Imago Dei (Image of God)
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei). Tuhan tidak hanya memberi kita tubuh fisik, tetapi memeteraikan identitas unik dan signature-Nya dalam diri kita. Kamu bukan produk kebetulan. Sebelum dunia atau keadaan mendefinisikan siapa dirimu, Tuhan sudah lebih dahulu menyatakan siapa kamu!
Tuhan juga menetapkan kebenaran sejak awal dengan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan. Identitas gender dan keberadaan kita bukanlah sesuatu yang membingungkan ketika kita kembali kepada firman-Nya.
Mandat Radah (Berkuasa)
Melalui Kejadian 1:26-27, Tuhan memberikan manusia otoritas untuk berkuasa (Radah):
- Bukan Pemilik (We Don’t Own): Manusia bukan pemilik bumi. Tuhan adalah Pemilik mutlak.
- Perwakilan (We Represent): Manusia diberikan mandat dan otoritas yang didelegasikan untuk mengelola, membangun, dan merepresentasikan Kerajaan Allah di bumi.
“We don’t own the Kingdom. We represent the King.”
3. God’s Design Still Matters
Dalam Kejadian 3, dosa masuk dan merusak hubungan manusia dengan Tuhan. Dosa membengkokkan dan memisahkan. Namun, Kejadian 3 tidak pernah menghapus Kejadian 1.
Banyak orang merasa minder ketika mendengar kesaksian orang yang hidupnya hancur ekstrem (narkoba, masa lalu kelam, dll.) lalu dipulihkan, seolah-olah hidup sendiri “terlalu biasa” dan tidak menarik. Sebaliknya, ada pula risiko menjadi merasa diri paling benar (self-righteous) seperti orang Farisi.
Kebenaran yang harus kita pegang adalah: Dosa bukan desainer hidupmu!
- Jika hidupmu tidak pernah hancur-hancuran, bersyukurlah atas pemeliharaan Tuhan tanpa menjadi sombong spiritual.
- Jika Anda memiliki masa lalu yang kelam, ketahuilah bahwa dosa tidak mendefinisikan rancangan awal Anda. “Don’t let your fall define your design!” (Jangan izinkan kejatuhanmu menentukan rancangan Tuhan dalam hidupmu!)
Dosa bukanlah perancang (designer) hidupmu, Tuhanlah perancangmu. Jangan biarkan kejatuhan, kegagalan, atau masa lalu yang kelam menentukan rancangan (design) hidupmu! Melalui karya penebusan Kristus di kayu salib, kita dipanggil untuk kembali kepada original design Allah.
4. Tuhan Menjadikan Mata Hatiku Terang
Agar kita tidak tersesat oleh pengajaran dunia atau pola hidup lama, Rasul Paulus berdoa dalam Efesus 1:18-23 agar Tuhan menjadikan mata hati kita terang:
- Mengerti Pengharapan & Kekayaan Panggilan: Agar kita mengerti betapa besarnya pengharapan dan warisan kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi orang kudus. Jangan biarkan pengorbanan dan kebangkitan Kristus menjadi sia-sia dalam hidupmu.
- Kuasanya Atas Segala Nama: Kuasa Allah membangkitkan Kristus dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan takhta surga jauh lebih tinggi dari segala pemerintah, penguasa, kekuasaan, kerajaan, dan tiap-tiap nama yang dapat disebut. Apapun masalah atau penyakit yang memiliki nama, nama Yesus jauh lebih berkuasa atasnya!
- Gereja Adalah Tubuh-Nya: Kristus adalah Kepala, dan kita sebagai Jemaat adalah tubuh-Nya. Kita diberi mandat untuk berkuasa bersama Kristus di bumi. Seperti domba di tengah serigala, kekuatan kita bukan pada diri kita sendiri, melainkan pada Gembala Agung yang berjalan bersama kita
Ask The Designer
Jika Anda ingin mengetahui tujuan dari sebuah rancangan, tanyakanlah kepada Perancangnya (If you want to know the purpose of a design, ask the Designer).
Kamu tidak diciptakan secara kebetulan atau random. Kamu diciptakan dengan perencanaan yang sangat tepat. Panggilan (calling), identitas (identity), talenta (talent), pengaruh (influence), dan dampak (impact) hidupmu sudah dirancang oleh-Nya.