Love That Lasts – Ps. Debby Catharina
4 Jenis Kasih:
– Eros, kasih yang romantis antara pria dan wanita
– Filia, kasih persaudaraan
– Storge, kasih orang tua kepada anak
– Agape, kasih ilahi, kasih tanpa syarat
1. Definisi Kasih
1 Korintus 13:4-7
Ayat ini mengajarkan bahwa kasih yang sejati adalah pilihan untuk berbuat baik, setia, rendah hati, sabar, dan murah hati kepada orang lain, tanpa pamrih dan egois. Kasih ini adalah ukuran tertinggi dan kekuatan yang mempersatukan dalam kehidupan bersama. Ayat-ayat ini adalah cetak biru untuk hubungan manusiawi yang alkitabiah, baik dengan sesama maupun dengan Tuhan, dan menantang setiap orang untuk menjadikan kasih seperti ini sebagai tujuan hidup.
2. Kasih Itu Mengampuni
You cannot give what you don’t have. You cannot forgive, unless you yourself have been forgiven.
Kolose 3:13
Ayat ini menegaskan bahwa pengampunan dalam kehidupan Kristen adalah suatu kewajiban yang tidak terhindarkan, didasarkan pada pengampunan Allah yang telah diterima, dan ditujukan untuk menjaga kesatuan serta meneladan kasih Kristus. Ini adalah prinsip non-negosiasi untuk kehidupan bersama yang sehat dan alkitabiah.
3. Kasih Itu Memulihkan
Ada sebuah ilustrasi:
Seorang pria membeli mobil baru dan sangat membanggakannya. Suatu hari ia melihat anaknya yg masih kecil mencoret2 bodi mobil baru tersebut dengan batu tajam. Dgn amarah yg meluap, sang ayah mengambil kunci inggris dan memukuli tangan anaknya utk memberi pelajaran. Tanpa menyadari betapa fatal perbuatannya. Akibat luka parah, jari2 anaknya hrs diamputasi di RS. Ketika sang ayah kembali ke mobilnya dgn perasaan menyesal yang mendalam, ia melihat goresan yg dibuat anaknya tadi, ternyata adalah sebuah pesan: I love you, Dad.
Kasih itu tidak pemarah!
4. Dampak Mengampuni
Matius 18:35
Ayat ini mengajarkan bahwa mengampuni sesama manusia adalah konsekuensi yang mutlak dan tidak terhindarkan dari seseorang yang telah sungguh-sungguh mengalami pengampunan Allah. Menolak untuk mengampuni membuktikan bahwa seseorang belum memahami anugerah, dan akan menghadapi penghakiman ilahi yang berat. Perintah ini adalah jantung dari kehidupan moral dalam Kerajaan Allah.
Karena kita sudah terlebih dahulu menerima kasih dan pengampunan dari Tuhan, maka kita dimampukan untuk mengasihi dan mengampuni orang lain.