Honor Builds The House – Ps. Hendru Sahetapy
Amsal 24:3-4 (TB) “3. Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, 4. dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik”
Membangun keluarga membutuhkan hikmat dan akal budi dari Tuhan. Ketika kita mengisi rumah dengan hal-hal yang baik, setiap anggota keluarga akan merasa nyaman dan aman.
Bagaimana membangun rumah tangga yang benar dan terhormat sesuai firman Tuhan?
1. Kristus sebagai pusat keluarga.
Mazmur 127:1a (TB) “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya”
Kehormatan dan keharmonisan keluarga tidak bisa dicapai jika kita hanya mengandalkan kekuatan materi atau ego manusia. Kita perlu melibatkan Tuhan dalam segala hal. Mulailah membangun kebiasaan sederhana seperti berdoa bersama, membaca Renungan Harian, atau beribadah bersama. Saat Tuhan yang memimpin, Ia yang akan memberikan kekuatan saat badai kehidupan datang.
2. Mengutamakan Pasangan
Efesus 5:33 (TB) “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya”
- Kasih dan Pengorbanan (Suami): Suami dipanggil untuk menjadi kepala keluarga yang mengasihi istrinya tanpa syarat, melindungi, dan melayani, seperti Kristus mengorbankan diri-Nya.
- Hormat dan Ketaatan (Istri): Istri didorong untuk menghormati suami dan mendukung peran kepemimpinannya di dalam Tuhan.
- Kesetiaan: Komitmen adalah fondasi yang menjaga ikatan pernikahan tetap kokoh melewati berbagai badai kehidupan
3. Pola Asuh dan Hubungan Antar Generasi
Efesus 6:4 (TB) “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan”
- Mendidik dalam Kebenaran: Orang tua memiliki tanggung jawab utama menanamkan nilai-nilai rohani dan moral Kristiani sejak dini.
- Komunikasi Tanpa Provokasi: Orang tua harus komunikasi baik dengan anak, membangun rasa aman, dan memberikan kasih sayang tanpa memicu kepahitan atau memberatkan hati anak.
- Ketaatan dengan Kasih (Anak): Anak-anak diajarkan untuk menghormati dan menaati orang tua sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan
4. Anak Menghormati Orang Tua
Efesus 6:1-3 (TB) “1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2. Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini. 3. supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi”
5. Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Efesus 4:2-3 (TB) “2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera”
- Saling Menerima dan Mengampuni: Tidak ada keluarga yang sempurna tetapi Penerimaan atas kelebihan dan kekurangan, serta kemauan untuk mengampuni adalah kunci meredakan konflik/perbedaan.
- Komunikasi Terbuka: Sampaikan perasaan, kebutuhan, dan pendapat dengan cara yang membangun, bukan menjatuhkan.
- Saling Menghargai: Hargai setiap perbedaan pendapat dan ciptakan suasana yang penuh sukacita, humor, dan canda tawa di dalam rumah