Sent to Shine – Ps. Debby Catharina
1. Yesus adalah Sumber Terang Kita
Di dunia yang sering kali terasa gelap penuh dengan ketidakbenaran, kebingungan, hingga pergumulan mental seperti kecemasan, overthinking, merasa tidak berharga, bahkan pikiran untuk menyerah, Yesus hadir membawa perubahan.
Yohanes 8:12 (TB) “Dan Yesus berkata kepada orang banyak itu, berkata: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, tetapi akan memiliki terang kehidupan.”
Ketika kita mengizinkan Yesus masuk ke dalam hati, Dia menerangi:
- Cara berpikir dan kesehatan mental kita.
- Langkah dan arah hidup kita.
- Setiap area gelap (baik secara roh, jiwa, maupun tantangan fisik yang kita hadapi).
2. Jangan Sembunyikan Terangmu!
Hidup dalam terang Kristus berarti kita memilih untuk meninggalkan dosa dan kegelapan. Kita dipanggil untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ada cara hidup yang berbeda cara yang kudus dan berkenan kepada Tuhan.
Matius 5:14-15 (TB) “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.”
- Bukan tentang kesempurnaan: Kita tidak harus menjadi sempurna terlebih dahulu untuk bersinar.
- Tentang ketaatan: Kita hanya perlu bersedia memancarkan kasih-Nya dimanapun Tuhan menempatkan kita saat ini (keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sosial).
3. Bersinar Seperti Bintang
Bagaimana cara praktisnya agar kita bisa bercahaya di tengah dunia yang mulai kehilangan arah ini? Rasul Paulus memberikan panduan yang sangat praktis:
Filipi 2:14-15 (TB) “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,”
Menjadi terang berarti berani tampil beda:
- Di Dalam Rumah: Membangun hubungan yang damai antara suami-istri, orang tua-anak, hingga menantu-mertua tanpa kebiasaan bersungut-sungut atau berbantah-bantahan.
- Dalam Masa Pacaran: Jika dunia menganggap pacaran tanpa batas adalah hal biasa, anak Tuhan tahu batas dan menjaga kekudusan. Pacaran yang benar akan menghasilkan pernikahan yang benar.
- Dalam Pernikahan: Menjaga kesetiaan dan kekudusan di tengah dunia yang menganggap remeh komitmen pernikahan.
Teladan Akwila & Priskila
Akwila dan Priskila menunjukkan bagaimana sebuah keluarga dapat menjadi terang bagi banyak orang melalui:
- Kesatuan dalam pekerjaan dan pelayanan.
- Membantu pertumbuhan iman orang lain.
- Membuka rumah dan hidup mereka untuk pekerjaan Tuhan.
Jika dunia di sekitarmu terasa semakin gelap, mungkinkah itu karena kamu belum mulai menyalakan pelitamu? Siapkah engkau keluar, tampil beda, dan berani bersinar di tempat paling gelap yang Tuhan percayakan kepadamu hari ini?