Trusting God in Uncertain Times – Ps. Kus Jayanto
Chapter 1: Trust in the LORD
Di tengah ketidakpastian dunia, dasar iman kita adalah percaya penuh kepada Allah dan tidak mengandalkan pemikiran diri sendiri.
Amsal 3:5-6 (TB) “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Belajar dari Kehidupan Yusuf (Joseph)
Yusuf mengalami berbagai perlakuan buruk dan masa-masa sulit, tetapi Allah mengubah segalanya menjadi kebaikan untuk menggenapi rencana-Nya:
- “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” – Kejadian 50:20 (TB)
- “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” — Roma 8:28 (TB)
Janji Penyertaan & Ketenangan dari Tuhan
- Jangan Takut:
Yesaya 41:10 (TB) “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” - Atasi Kekhawatiran dengan Doa:
Filipi 4:6-7 (TB) “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” - Pencukupan & Kesetiaan Allah:
Ibrani 13:5 (TB) “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.'”
Chapter 2: Manusia Baru (The New Self)
Untuk mengarungi ketidakpastian, kita dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama dan mengenakan identitas baru di dalam Kristus.
Ephesians 4:24 “Put on the new self, created to be like God in true righteousness and holiness.”
- Manusia Lama (Old Self): Kebohongan (Lies), Godaan (Temptation), Dosa (Sin), Egois (Selfishness), Amarah (Anger).
- Persamaan Transformasi Kuantum:
(Rujukan: “Thou Shall Prosper” oleh Rabbi Daniel Lapin)
Efesus 4:22-24 (TB) “Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Formula Kehidupan Baru:
New You + God’s Blessing = New Purpose, New Stewardship, and New Impact
Chapter 3: Shalom (Damai Sejahtera)
Meskipun dalam keluarga atau lingkungan ada kebencian maupun perpecahan (seperti yang dialami Yusuf terhadap saudara-saudaranya di Kejadian 37:4), Allah menawarkan Shalom.

Makna Shalom (שָׁלוֹם):
Peace (Damai), Completeness (Keutuhan), Welfare (Kesejahteraan), Well-being (Kesehatan/Kebaikan), Safety (Keamanan), Prosperity (Kemakmuran).
- Ketenangan Sejati: “Dengan tentram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN yang membiarkan aku diam dengan aman.” – Mazmur 4:9 (TB) (Ref: Amsal 3:17, Maleakhi 2:5)
- Gelar Allah: Adonai Shalom (Judges 6:24) & Sar Shalom / Raja Damai (Yesaya 9:5).
Karya Salib & Penebusan Utuh
Melalui Kristus, surat hutang dosa kita telah dihapuskan:
Kolose 2:13-14 (TB) “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.”
“It is Finished!” (נִשְׁלַם)
Di atas kayu salib, Yesus menyatakan bahwa semuanya telah selesai (Yohanes 19:30).
“The more that things change, the more we must depend upon those things that never change.”
Ibrani 13:8 (TB) “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”