Time to Build Others – Ps. D&D
Kesuksesan sejati bukan seberapa banyak yang kita capai, tetapi seberapa banyak kehidupan yang kita bangun.
Dalam perjalanan hidup ini, ada dua jenis warisan yang bisa kita bangun:
- Membangun Organisasi & Bisnis (Sifatnya Sementara):
Kita bisa membangun perusahaan besar, gedung megah, atau struktur organisasi yang solid. Namun, ingatlah bahwa semua itu bersifat fana dan akan ditinggalkan.
- Membangun Manusia (Sifatnya Abadi):
Ketika kita menginvestasikan waktu, tenaga, dan kasih untuk membangun kehidupan manusia lain, hasil pembangunan itu berdampak sampai kekekalan
Lihatlah teladan sempurna dari Tuhan Yesus. Pelayanan Yesus di bumi secara fisik hanya berlangsung selama 3,5 tahun, namun dampaknya terus dirasakan dan meluas lebih dari 2.000 tahun hingga hari ini. Mengapa? Karena Yesus tidak menghabiskan waktu-Nya untuk membangun monumen fisik, melainkan berfokus membangun manusia
Pondasi Utama:
Matius 4:18-20 “Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya, mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.’ Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”
Matius 4:21-22 “Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.”

1 Yesus Memanggil (CALL)
Matius 4:19 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
Orang-orang yang dipanggil Yesus meliputi para nelayan, pemungut cukai yang dibenci masyarakat, hingga kelompok radikal. Tidak ada satupun dari mereka yang memenuhi kualifikasi atau syarat menurut standar dunia. Namun, semuanya memenuhi syarat menurut Yesus, karena mereka bersedia dibentuk. Tuhan tidak mencari orang yang sudah merasa sempurna, melainkan hati yang taat dan mau diajar
2. Yesus Membangun (BUILD)
Selama 3,5 tahun berjalan bersama para murid, Yesus tidak hanya memberikan teori, tetapi juga keteladanan hidup secara nyata.
5 Pilar Pembangunan Karakter:
- Injil: Mengajarkan prinsip kebenaran dan Kerajaan Sorga.
- Relasi: Mengajar dan meneladankan cara membangun kedekatan hubungan dengan Bapa.
- Kasih: Mengajarkan cara mengasihi sesama tanpa memandang status sosial, baik kaya maupun miskin.
- Kuasa: Memperlihatkan bagaimana kuasa Allah bekerja untuk menyembuhkan dan melakukan mujizat.
- Karakter: Secara konsisten membentuk dan mengoreksi kedalaman hati
Pemimpin yang membangun orang lain adalah pemimpin yang hidupnya mudah diikuti. Anak-anak nyaman mendekat, orang berdosa diterima tanpa dihakimi untuk dituntun pada pertobatan, orang sakit dipulihkan, dan memiliki otoritas spiritual yang jelas.
3. Yesus Mengutus (SEND)
Prinsip pengutusan Yesus mengajarkan kita: Jangan menunggu sampai sempurna! Mandat Pelayanan: Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang… Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. (Lukas 9:1-2, 6)
Alur Pengutusan:

4. Yesus Melipatgandakan (MULTIPLY)
Kuasa Roh Kudus mengubah para pengecut menjadi pengubah dunia. Tujuan akhir dari pemuridan adalah multiplikasi.
Yesus memberikan janji yang luar biasa:
Yohanes 14:12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu…”
Strategi Multiplikasi (2 Timotius 2:2): Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
Mari tanyakan pada diri sendiri: Siapakah yang Tuhan minta untuk kamu bangun hari ini?