Time to be Fruitful – Ps. Debby Catharina

Setiap orang percaya tentu menginginkan pertumbuhan iman. Namun, pertumbuhan iman bukanlah tujuan akhir. Pertumbuhan iman diperlukan untuk membangun kehidupan pribadi bersama Tuhan, sedangkan menghasilkan buah adalah dampak yang dapat dirasakan oleh orang lain.

Sama seperti sebuah pohon yang tidak pernah menikmati buahnya sendiri, demikian juga hidup orang percaya dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya.

  1. Berbuah adalah Mandat Ilahi

Kejadian 1:28 (TB) “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu…'”

Sejak awal penciptaan, Tuhan telah memberikan mandat kepada manusia untuk berbuah. Dalam terjemahan Bahasa Indonesia, ayat ini menggunakan kata beranakcuculah, namun dalam bahasa aslinya memiliki makna “Be Fruitful” atau “Berbuahlah.”

Berbuah bukan sekadar memiliki keturunan secara jasmani, tetapi mencerminkan karakter dan tujuan Tuhan dalam kehidupan kita.

Bagaimana konsep berbuah?

Berbuah dapat diwujudkan melalui berbagai cara, antara lain:

Memiliki keturunan yang dibesarkan sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Memiliki anak-anak rohani melalui pemuridan dan pembinaan iman, sehingga mereka mewarisi nilai kehidupan, karakter, ketangguhan, dan hati yang siap melayani Tuhan.

Menghasilkan buah melalui tindakan, karakter, dan kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga setiap orang percaya dapat menjadi berkat bagi sesamanya.

Setiap orang dipanggil untuk berbuah. Tidak ada alasan bagi orang percaya untuk tidak menghasilkan buah.

  1. Menghasilkan Buah Roh

Ketika Roh Kudus tinggal di dalam kehidupan seseorang, perubahan hidup akan terlihat melalui buah Roh.

Sebelum menjelaskan buah Roh, Rasul Paulus terlebih dahulu menggambarkan kehidupan yang dikuasai oleh keinginan daging.

Galatia 5:20–21 (TB) “…penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri…” Kemudian Paulus menunjukkan kontrasnya: Galatia 5:22–26 (TB) “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri…”

Buah Roh merupakan transformasi yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri orang percaya. Perubahan ini membentuk cara berpikir, cara bertindak, dan cara seseorang membangun hubungan dengan sesama.

Buah Roh bukanlah sembilan buah yang terpisah, melainkan satu buah yang memiliki sembilan karakteristik. Karena itu, seseorang tidak dapat berkata, “Saya memiliki kasih dan sukacita, tetapi saya tidak memiliki kesabaran atau kelemahlembutan.”

Orang yang hidup dipimpin oleh Roh Kudus akan terus bertumbuh dalam seluruh aspek buah Roh tersebut.

  1. Berbuah Banyak

Yohanes 15:5 (TB) “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…”

Tuhan Yesus menjelaskan bahwa syarat untuk menghasilkan banyak buah adalah tetap tinggal di dalam Dia.

Sering kali kita mengakui bahwa Tuhan tinggal di dalam hidup kita, tetapi pertanyaannya adalah:

Apakah kita tetap tinggal di dalam Tuhan?

Apakah kita masih hidup menurut firman-Nya?

Apakah kita membaca firman Tuhan dengan setia, atau hanya memilih bagian yang kita sukai?

Firman Tuhan tidak dapat dipilih sesuai keinginan kita. “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.”

Mengikut Kristus berarti menerima seluruh firman-Nya, termasuk panggilan untuk tetap setia di tengah tantangan, bukan hanya menikmati berkat dan mujizat.

Tuhan juga berkata: “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Yohanes 15:8 (TB)

Fruitfulness is the evidence of a healthy disciple.

Berbuah adalah bukti dari seorang murid Kristus yang sehat.

  1. Sampai Tua Tetap Berbuah

Dunia sering menganggap bahwa ketika seseorang memasuki usia lanjut, maka masa produktifnya telah berakhir. Namun, Kerajaan Allah memiliki cara pandang yang berbeda. Di dalam Tuhan tidak ada istilah pensiun dari panggilan untuk menjadi berkat.

Mazmur 92:13–16 (TB) “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar…”

Bagaimana orang yang sudah lanjut usia tetap dapat menghasilkan buah?

Membagikan pengalaman hidup kepada generasi berikutnya.

Memberikan nasihat berdasarkan hikmat yang Tuhan berikan.

Menjadi mentor bagi generasi muda.

Menjadi pendoa yang setia bagi keluarga, gereja, bangsa, dan perkembangan Kerajaan Allah.

Bahkan ketika waktu istirahat mulai berkurang seiring bertambahnya usia, waktu tersebut dapat dipakai untuk semakin melekat kepada Tuhan melalui doa, penyembahan, dan perenungan firman. Dengan demikian, kehidupan tetap menghasilkan buah yang memberkati banyak orang hingga akhir hayat.

Leave a Reply