Called For A Purpose – Ps. Kus Jayanto
Chapter 1. Dipanggil Untuk Pekerjaan Baik
Efesus 2:10
Ayat ini mengajarkan bahwa orang percaya adalah mahakarya Allah, diciptakan baru dalam Kristus bukan karena pekerjaan baik, tetapi untuk pekerjaan baik yang telah Allah persiapkan sebelumnya. Pekerjaan baik bukanlah penyebab keselamatan, melainkan tujuan dan bukti keselamatan.
Roma 8:28
Ayat ini mengajarkan bahwa Allah yang berdaulat secara aktif turut bekerja dalam setiap peristiwa – baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan – untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan terpanggil sesuai rencana-Nya. Kebaikan yang dimaksud bukanlah kenyamanan duniawi, tetapi transformasi menjadi serupa dengan Kristus.
Chapter 2. Tuhan Memanggil Orang Biasa
David, A Shepherd Boy
– Anak muda yang disepelekan
– Berasal dari keluarga biasa (1 Samuel 18:18)
– Yet God chose him because of his heart, his faith, adan his willingness
Musa, Tidak Pandai Bicara
Keluaran 4:10
Ayat ini mengajarkan bahwa panggilan Tuhan sering kali dihadapi dengan rasa takut dan ketidakpercayaan diri dari pihak yang dipanggil, bahkan oleh seorang seperti Musa. Namun, alasan manusia tidak pernah membatalkan panggilan Tuhan. Tuhan adalah Pencipta yang berdaulat atas segala kemampuan — termasuk kemampuan bicara — dan Ia berjanji untuk menyertai dan memampukan mereka yang dipanggil-Nya.
Chapter 3. Tetap Taat Atas Panggilanmu
Yunus, lari Dari Panggilan
Yunus 1:3
Ayat ini mengajarkan bahwa manusia yang keras kepala dapat merespons panggilan Tuhan dengan pelarian yang disengaja, bahkan sampai menginvestasikan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk melarikan diri. Namun, melarikan diri dari Tuhan adalah ilusi yang mustahil. Tuhan yang berdaulat akan mengejar umat-Nya yang memberontak dengan cara-cara yang kadang menyakitkan tetapi penuh anugerah — karena Ia lebih menginginkan pemulihan kita daripada kebinasaan kita.
Abraham, Taat Dan Melakukan Perintah
Kejadian 12:4
Ayat ini mengajarkan bahwa iman sejati adalah ketaatan yang bertindak berdasarkan firman Tuhan, meninggalkan segala yang nyaman dan dikenal, tanpa memerlukan kepastian tentang masa depan, hanya berpegang pada janji Allah.
1 Petrus 2:9
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap orang percaya memiliki identitas yang mulia di hadapan Allah: bangsa terpilih, imamat rajani, bangsa kudus, umat kepunyaan Allah sendiri — dan identitas ini diberikan bukan untuk kebanggaan diri, tetapi untuk misi memberitakan perbuatan besar Allah yang telah memanggil kita dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.