“God is Love with”
Ps. Debby Catharina

Kita semua adalah manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Sebagai manusia yang sudah jatuh dalam dosa, kita sebenarnya tidak tahu bagaimana cara mengasihi dengan benar. Jadi kita perlu belajar dari sumber kasih itu sendiri yaitu Allah, maka pasti kita akan mempelajari hal-hal yang benar.
1. KASIH ADALAH BUKTI KITA MENGENAL TUHAN
1 Yohanes 4:7-8
Kita menyembah Tuhan karena dia adalah kasih itu sendiri. Jadi natur manusia yang sudah jatuh dalam dosa adalah pertengkaran, pertikaian, ribut, tidak suka damai. Seringkali kita merasa diperlakukan tidak adil dan di dalam hatimu tidak terima.
Sistem dunia ini mengajarkan kita seperti ini mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa. Firman Tuhan kemudian mengajarkan kita hal yang berbeda. Dalam Alkitab Perjanjian Baru ketika Tuhan Yesus datang dia membawa suatu pengajaran, Yesus mengajarkan kita hukum yang baru yaitu hukum kasih karunia hukum untuk mengasihi, barangsiapa tidak mengasihi ia tidak mengenal Allah.
Bagaimana caranya supaya kita bisa saling mengasihi? Karena Bapa yang di surga sudah mengasihi kita terlebih dahulu. Sehingga semua orang diciptakan dalam rupa dan gambarnya harus saling mengasihi satu sama lain.
1 Korintus 13:4A
Kalau kita mau belajar saling mengasihi, khususnya dalam keluarga kita. Mulailah dengan hal yang sederhana. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati. Belajar untuk mengasihi orang-orang yang ada dalam keluargamu, belajarlah dari hal yang sederhana jadilah sabar dengan mereka.
Apakah kita benar-benar sabar ? Apakah kita benar-benar baik hati? Kalau kita pernah di sakiti hatinya oleh orang lain, bawalah itu ke hadapan Tuhan supaya kita disembuhkan dan dipulihkan kembali.

2. DIMAMPUKAN UNTUK MENGASIHI
1 Yohanes 4:9-12
Kalau hari ini kita bisa belajar mengasihi, itu karena kita dimampukan untuk mengasihi, karena Yesus sudah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita dan memperbaiki hubungan kita dengan Bapa di surga. Karena itu kita bisa hidup damai sekarang dan kita juga bisa mengampuni dan mengasihi orang lain. Bentuk kasih adalah buah Roh. Jadi sekarang kita bisa membagikannya kepada orang lain sebagai bentuk kita mengampuni dan mengasihi.
Jika kita takut untuk mengasihi, karena kita takut disakiti atau trauma dengan masa lalu, yang kita perlukan adalah proses healing yaitu jamahan kasih Tuhan. Kita membutuhkan pemulihan hati dari Tuhan. Kalau Tuhan sudah jamaah hatimu dan Tuhan pulihkan hatimu, Tuhan akan memampukanmu untuk dapat mengasihi kembali. Ketika kita bisa saling mengasihi, itulah bukti Tuhan ada di dalam kita dan kasihnya sempurna di dalam kita. Saling mengasihi berarti kita bisa ramah, berbaik hati satu dengan yang lain, mampu mengampuni dan menerima kelemahan masing-masing.

3. TETAP BERADA DALAM KASIH
1 Yohanes 4:13-16
Bagaimana caranya tetap bertahan dalam kasih?
- Stay in love
- Cerdas emosi
- Tahu kapan menghentikan pertengkaran
- Tidak semua hal harus dipertengkarkan
- Mau menerima masukan
- Jangan turuti hawa nafsu amarahmu
- Jangan umbar kata-kata kasar
- Jangan ucapkan kata-kata yang membawa penyesalan

4. MENGASIHI TUHAN, MENGASIHI SAUDARA
1 Yohanes 4:17-21
Kalau kamu membenci saudaramu dan mengucapkan bahwa kamu mengasihi Allah, Alkitab bilang kamu adalah pendusta. Pada dasarnya kita semua adalah saudara yang berasal dari satu pasang suami istri yang sama yaitu Adam dan Hawa terus air bah berasal dari satu pasang suami istri yang sama Nuh dan istrinya.
Masih banyak diantara kita yang sulit untuk mengasihi orang lain. Apalagi kalau kita berhadapan dengan orang-orang yang merasa dirinya paling benar. Ketika kita melihat orang lain jatuh dalam dosa atau melakukan kesalahan, kita biasanya langsung menghakimi dan hujati. Padahal yang seharusnya kita lakukan adalah mendoakan supaya Tuhan menuntunnya untuk bertobat. Kenapa kita seperti itu? Karena untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita lebih baik daripada dia. Tetapi jika giliran kita yang jatuh dalam dosa kita mengharapkan kasih karunia dari orang lain, kita mengharapkan untuk diampuni.
Jadi, kalau kita mengharapkan kasih karunia dari orang lain, mengharapkan belas kasihan dari orang lain, dan mengharapkan pengampunan maaf dari orang lain. Belajarlah terlebih dahulu untuk mempraktekkan hal itu kepada orang lain karena Tuhan tidak pilih kasih, Tuhan memberikan kasih karunia kepada semua orang. Ada ayat yang mencatat, Tuhan itu menurunkan hujan bagi orang yang percaya kepadanya dan bagi orang yang tidak percaya kepadanya. Tuhan menerbitkan matahari buat orang benar tapi juga buat orang-orang yang tidak benar.