From Glory To Glory – Ps. Hendru Sahetapy
2 Korintus 3:18
Ayat ini mengajarkan bahwa inti kehidupan Kristen adalah transformasi oleh Roh Kudus untuk menjadi serupa dengan Kristus, melalui hubungan yang intim dengan Tuhan. Ini adalah kebalikan dari agama yang hanya berfokus pada aturan dan ritual eksternal.
Kita bersyukur kita diciptakan sebagai mahluk yang mulia, jauh lebih mulia dari ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya. Kita berasal dari kemuliaan kepada kemuliaan. Jadi sebenarnya kita memiliki tujuan yang sama yaitu menuju kemuliaan.
Masalahnya adalah proses ditengah-tengahnya, bagaimana kita sampai kepada kemuliaan itu.
Bagaimana proses dari kemuliaan kepada kemuliaan?
1. Manusia Diciptakan Dalam Kemuliaan
Yesaya 43:7
Ayat ini mengajarkan bahwa tujuan utama eksistensi umat Allah adalah untuk memuliakan Allah. Manusia diciptakan, dibentuk, dan disempurnakan oleh Allah sendiri untuk menjadi cermin yang memantulkan kemuliaan-Nya kepada dunia.
2. Manusia Kehilangan Kemuliaan Allah
Roma 3:23
Ayat ini mengajarkan bahwa seluruh umat manusia berada dalam kondisi dosa universal dan telah kehilangan kemuliaan Allah yang menjadi tujuan penciptaan mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri atau mencapai standar kekudusan Allah melalui usaha sendiri.
Inti Dosa:
Ketidaktaatan
Ketidakpercayaan
Keinginan untuk menjadi Allah
3. Karya Penebusan Yesus Kristus (Manusia Memperoleh Kemualiaan Tuhan Kembali)
1 Korintus 1:30
Ayat ini mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah pusat dan isi dari keselamatan. Di dalam Dia, kita menerima hikmat, pembenaran, pengudusan, dan penebusan—semua yang kita butuhkan untuk kehidupan sekarang dan kekekalan. Tidak ada satu pun kebutuhan rohani yang harus dicari di luar Kristus.
Didalam Yesus Kristus Kita Dibenarkan, Dikuduskan, Ditebus
Roma 3:24
Ayat ini mengajarkan bahwa pembenaran di hadapan Allah adalah anugerah yang diberikan secara cuma-cuma berdasarkan penebusan yang telah dilakukan oleh Kristus Yesus. Keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, tetapi pemberian Allah yang tidak layak diterima, yang diterima melalui iman.
1 Petrus 1:16
Ayat ini mengajarkan bahwa kekudusan bukanlah pilihan, tetapi panggilan esensial bagi setiap orang percaya. Seperti Allah yang kudus adalah dasar dari perjanjian-Nya dengan umat-Nya, demikian pula kekudusan umat-Nya adalah respons yang tak terelakkan terhadap anugerah yang telah mereka terima.
4. Hidup Menjadi Serupa Seperti Yesus
2 Korintus 3:18
Ayat ini mengajarkan bahwa inti kehidupan Kristen adalah transformasi oleh Roh Kudus untuk menjadi serupa dengan Kristus, melalui hubungan yang intim dengan Tuhan. Ini adalah realitas Perjanjian Baru yang jauh melampaui pengalaman Musa dan hukum Taurat.
Sampai nanti pada saat Yesus Kristus datang kembali, kita akan berhadapan muka dengan Dia dan perubahan kita menjadi sempurna.
1 Yohanes 3:2
Ayat ini mengajarkan bahwa orang percaya memiliki identitas ganda: saat ini sudah menjadi anak Allah, tetapi akan menjadi serupa dengan Kristus pada masa depan. Ini adalah “already but not yet” — sudah tetapi belum sepenuhnya.
Wahyu 22:4
Ayat ini mengajarkan bahwa tujuan akhir keselamatan adalah persekutuan sempurna dengan Allah, di mana umat-Nya melihat wajah-Nya secara langsung dan menjadi milik-Nya sepenuhnya untuk selama-lamanya.